JAKARTA, Bina Mutiara tampil perkasa dan menegaskan dominasinya di grup Barat Liga Soeratin U-15 Jakarta 2026. Pada pertandingan pekan ketujuh yang berlangsung di Lapangan PSF Pancoran, Sabtu (5/9), mereka membantai Toyo Haryono FC dengan skor telak 5-1. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan status Bina Mutiara sebagai juara putaran pertama kompetisi, sebuah pencapaian yang tidak lagi bisa diganggu gugat oleh pesaing terdekatnya.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Bina Mutiara langsung mengambil inisiatif serangan. Duet maut Gilang Maulana dan Habil Al Hasan menjadi momok bagi lini pertahanan Toyo Haryono. Gilang membuka keunggulan pada menit ke-7 dan menggandakannya di menit ke-19. Tak lama berselang, giliran Habil Al Hasan yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-29, membawa timnya unggul 3-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Bina Mutiara tak mengendurkan serangan. Muhammad Rafiq menambah pesta gol pada menit ke-53, sebelum Habil Al Hasan kembali mencetak gol keduanya di menit ke-56. Toyo Haryono FC sempat memperkecil kedudukan melalui Bajra Difka pada menit ke-55, namun itu hanya menjadi gol hiburan semata. Pertandingan berakhir dengan skor 5-1 untuk kemenangan Bina Mutiara.
Hasil ini membawa Bina Mutiara mengoleksi 19 poin dari enam kemenangan dan satu hasil imbang. Keunggulan satu angka atas PSF yang baru akan bertanding pada Minggu (6/9) dipastikan tidak akan mengubah status mereka sebagai juara paruh musim. Sementara itu, kekalahan ini membuat Toyo Haryono FC harus turun satu tingkat ke posisi ketujuh dengan 6 poin, tergeser oleh UMS yang berhasil meraih kemenangan atas Real Jakarta.
Pelatih Bina Mutiara, Abdul Gafur, memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. “Semua pemain berhasil menjalankan tugasnya, termasuk empat pemain usia 14 tahun yang kami siapkan untuk musim depan. Semua instruksi dijalankan,” ujarnya. Namun, ia menyayangkan satu gol yang bersarang di gawangnya. “Kecolongan satu gol itu tidak seharusnya terjadi. Anak-anak mulai hilang fokus saat sudah unggul jauh 4-0. Saya tidak mau kejadian ini terulang,” tegasnya.
Di sisi lain, Manajer Toyo Haryono FC mengakui ketimpangan kualitas timnya. “Kita memang kalah kelas dari mereka. Mulai dari latihan 3x seminggu yang tidak pernah full, sehingga saat main ada kesenjangan taktis, termasuk kalah stamina,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa satu gol balasan tercipta setelah memasukkan lima pemain segar, namun itu tidak bertahan lama karena lawan langsung merespons dengan gol kembali. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Toyo Haryono untuk mengevaluasi kesiapan tim secara menyeluruh.


